Fungsi, Fitur, dan Manfaatnya untuk Website!

Pada dasarnya, LiteSpeed Webserver adalah salah satu jenis server yang sudah populer dan banyak digunakan oleh pengelola website. Tercatat, setidaknya sekitar 3,8 persen situs web di dunia menggunakan server ini. Bahkan, server ini berada di urutan top empat server setelah Apache, Nginx, dan juga Microsoft IIS.

Server ini dikembangkan oleh perusahaan LiteSpeed Technologies dan terkelola sebagai server milik pribadi. Selain itu, server satu ini juga mempunyai cara kerja yang unik dalam proses pengelolaan akses situs web. Lantas, apa fitur dan manfaat utama server induk ini bagi sebuah website? Mari simak secara lengkap!

Apa itu LiteSpeed Webserver?

LiteSpeed Web Server adalah sebuah server website yang memiliki kinerja tinggi dan terkelola secara eksklusif oleh perusahaan teknologi LiteSpeed. Server ini pertama kali rilis pada tahun 2003 dan hingga pada tahun 2008, server ini terus mengalami perkembangan dan menjadi salah satu server terbaik di dunia.

Teknologi ini memungkinkan proses penggantian Apache Server, tanpa mengubah konfigurasi, program, serta detail terkait sistem operasi yang sudah ada. Kemudian, server ini juga fokus pada penyedia solusi yang optimal bagi website dan dirancang untuk memberikan performa tinggi, cepat, dan stabil bahkan dalam skala besar.

Artinya, LiteSpeed adalah sebuah server website yang dapat bekerja dengan baik guna menambah kecepatan situs web. Selain itu, server ini juga mempunyai berbagai fitur yang tersedia dalam bentuk pengaturan dashboard administrasi web dan sangat mudah sistem pengoperasiannya.

Kelebihan LiteSpeed Webserver

Server ini berfokus pada peningkatan performa situs, sehingga dapat tampil lebih cepat dan stabil meskipun website tersebut memiliki trafik dalam skala besar. Karena itu, berikut adalah kelebihan fungsi LiteSpeed secara detail:

1. Kompatibel dengan Sistem Apache Server

Server ini mempunyai keunggulan khusus, yakni support dan kompatibel dengan sistem Apache Server. Saat ini, Light Speed tersedia dengan beberapa fiturnya yang antara lain mod_rewrite, .htaccesss, dan juga mod_security. 

Fitur tersebut dapat memuat file konfigurasi untuk jenis server Apache dan bekerja secara optimal sebagai pengganti sistem Apache Server. Selain itu, LiteSpeed juga telah kompatibel dengan beberapa kontrol panel hosting yang umum digunakan oleh pengelola situs web. Seperti cPanel, Plesk, dan juga DirectAdmin.

2. Performa Tinggi dengan Skala yang Besar

LiteSpeed adalah jenis server yang akan meningkatkan performa serta skalabilitas dari sebuah platform hosting melalui keunikan sistem event-driven architecture. Pengaturan sistem ini mempunyai kemampuan khusus untuk melayani klien dalam skala besar secara stimulan lewat penggunaan jumlah resource seminimal mungkin.

Server ini dapat meningkatkan performa code PHP serta dapat menjalankan situs web statis jauh lebih cepat jika Anda bandingkan dengan sistem Apache Server. Bahkan, LiteSpeed juga memiliki kemampuan dalam menangani lonjakan jumlah trafik situs yang tidak stabil, serta membantu penanganan masalah DDOS.

3. Sistem Pengamanan Optimal

LiteSpeed telah kompatibel dengan berbagai fitur Apache, pada sistem mod security dan mempunyai kemampuan penanganan anti DDOS. Selain itu, fitur lain yang kompatibel dengan server ini seperti koneksi per-IP, request, dan juga bandwidth throttling atau penanganan perlambatan kinerja bandwidth.

Pada sistem server ini, alamat IP yang menggunakan terlalu banyak koneksi dan juga permintaan bandwidth yang berlebih akan secara otomatis terblokir. Kemudian, sistem akan menghentikan penyerang atau ancaman peretasan sebelum virus atau retasan tersebut masuk ke dalam inti sistem server.

4. Instalasi dan Cara Pengopersiannya Relatif Mudah

Dukungan untuk banyak jenis kontrol panel seperti cPanel (WHM), Plesk, dan juga DirectAdmin tentu membuat proses instalasi dari sistem LightSpeed Webserver jadi lebih mudah dan praktis. 

Selain itu, pengoperasiannya pun tidak terlalu rumit. Tersedia juga manajemen versi, fitur restart sistem yang real time, serta fitur one click switch untuk mengganti mode LiteSpeed dengan mode Apache Server dengan mudah.

5. Kompatibel dengan Sistem Cloud Linux

Selain dukungan terhadap berbagai jenis kontrol panel populer, server ini juga kompatibel dengan sistem operasi share hosting, seperti Cloud Linux. Sehingga, membuat Lite Speed dapat bekerja secara optimal ketika penyedia share hosting tersebut menggunakan fitur Cloud Linux sebagai sistem operasinya.

Fitur LiteSpeed Webserver

Setelah mengetahui definisi serta kelebihannya, berikut adalah fitur pendukung dari server LiteSpeed yang wajib Anda ketahui. Simak penjelasan lengkapnya:

1. Apache Drop-in Replacement

Server ini menggunakan jenis konfigurasi yang sama dengan sistem konfigurasi pada Apache Server. Sehingga, ketika Anda beralih dari mode Apache ke mode LiteSpeed, tidak perlu konfigurasi tambahan lagi untuk pengoperasiannya. 

Cukup 15 menit saja waktu yang dibutuhkan dalam proses peralihan server. Setelah itu, secara otomatis sistem akan mengganti (replacement server) dari mode Apache ke mode LiteSpeed, begitupun sebaliknya.

2. Server API

LiteSpeed juga mendukung fitur API server untuk melakukan komunikasi dengan server website dengan menggunakan aplikasi eksternal. Selain itu, performa yang maksimal juga bisa Anda gunakan untuk aplikasi eksternal tersebut. Misalnya dengan Python, PHP, bahkan Ruby.

Hal tersebut juga sangat bermanfaat terutama dalam maintenance dan proses pembuatan situs baru. Artinya, server ini secara independen telah terintegrasi secara langsung dengan berbagai bahasa pemrograman di berbagai aplikasi eksternal. Sehingga, proses coding situs web juga jadi lebih mudah dan cepat.

3. Support All OS System

Salah satu fitur unggulan yang menjadikan fungsi LiteSpeed Webserver sangat optimal, yakni fitur support all OS System. Fitur tersebut memungkinkan pengguna LiteSpeed untuk menginstal server ini dalam berbagai jenis sistem operasi seperti Mac OSX, FreeBSD, Linux, bahkan Solaris.

4. Control Panel Compatible

LiteSpeed dapat bekerja secara optimal dengan berbagai jenis panel kontrol yang digunakan oleh sistem Apache. Metodenya, yakni dengan menggunakan fitur Plugin Control Panel Compatible. Beberapa jenis kontrol panel server yang support dengan fitur ini antara lain cPanel, Plesk, dan juga DirectAdmin. 

Plugin ini akan memungkinkan Anda untuk mengontrol secara penuh fungsi server, melalui satu dashboard kontrol panel utama secara real time. Sehingga, akan memudahkan Anda dalam pemantauan kinerja server website.

5. GZIP Compression

Fitur selanjutnya adalah GZIP compression atau kompresi GZIP. Fungsi fitur ini pada sistem LiteSpeed server, yakni memungkinkan Anda untuk menghemat penggunaan daya bandwidth. Caranya, yaitu dengan mengecilkan ukuran size file yang akan dikirim kepada client.

Hasilnya, penggunaan bandwidth jadi lebih ringan. Sehingga, kecepatan akses situs juga jadi lebih optimal. Selain itu, optimasi fitur ini juga sangat berguna untuk menekan biaya langganan bandwidth menjadi jauh lebih murah.

6. SSL Acceleration

LiteSpeed Webserver merupakan server yang menggunakan SSL acceleration untuk proses pengiriman dokumen page HTTPS. Nah, fitur Acceleration SSL ini merupakan suatu metode sangat optimal bahkan, tiga kali lebih cepat jika Anda bandingkan dengan sistem Apache.

7. Concurrent Connection

Server ini menggunakan sistem event-driven architecture yang memungkinkan server untuk dapat melayani ratusan bahkan ribuan koneksi dalam satu hosting. Fitur Concurrent Connection akan mengoptimalkan pengoperasian server, sehingga situs dapat terakses secara optimal meskipun dalam skala trafik yang tinggi.

Manfaat LiteSpeed Webserver

Berikut adalah manfaat serta fungsi utama dari LiteSpeed yang wajib Anda ketahui:

1. Mempercepat Kinerja Akses Website

Adanya beberapa fitur unggulan seperti GZIP compression, concurrent connections, dan juga arsitektur event-driven, membuat server ini bekerja lebih optimal dalam memproses seluruh operasional situs web. Hasilnya, kinerja serta akses situs jadi lebih cepat dan stabil. 

Kompresi GZIP berguna untuk memperkecil size file sebelum nantinya terkirim ke browser. Sehingga, proses upload konten jadi lebih cepat. 

Selain itu, fitur concurrent connections akan memaksimalkan performa server, meskipun trafik situs sedang sangat tinggi. Sehingga, kecepatan akses jadi lebih cepat dan penggunaan bandwidth jadi lebih berkurang. 

2. Mengamankan Website Secara Optimal

LiteSpeed mengembangkan sistem proteksi keamanan terhadap ancaman DDOS melalui pembatasan penggunaan bandwidth. Jadi, alamat IP yang memproses terlalu banyak koneksi bandwidth secara otomatis akan terblokir oleh sistem.

Sehingga, akan menghentikan serangan DDOS sebelum virus atau retasan tersebut masuk ke dalam inti server. Selain itu, server ini juga mengamankan wp-login.php terhadap serangan brute force. Hasilnya, sistem pengamanan situs jadi lebih optimal, meskipun situs Anda sedang mengalami peretasan tingkat tinggi. 

Perbandingan LiteSpeed Webserver dengan Nginx

Setelah mengetahui definisi, fitur, dan fungsi utamanya, berikut adalah perbandingan perbedaan antara server LiteSpeed dengan Nginx. Simak penjelasan lengkapnya:

1. Kemudahan Penggunaan

Bicara soal penggunaan, kedua server ini notabenenya akan memberikan Anda kemudahan dalam proses pengoperasiannya. Kedua server ini memungkinkan Anda untuk mengoperasikan server tanpa perlu melakukan konfigurasi tambahan. 

Akan tetapi, jika Anda bandingkan dari segi kemudahannya, maka Litespeed adalah pilihan yang tepat bagi Anda yang masih awam dalam pengoperasian sistem server. Ini karena seluruh fiturnya yang mudah dan dapat Anda gunakan dalam satu dashboard utama.

2. Penanganan Trafik

Dalam penanganan trafik, LiteSpeed mengusung teknologi event-driven architecture yang mampu menangani ribuan koneksi secara optimal dalam waktu yang bersamaan. Bagi pengelola website dengan trafik tinggi, pengguna server ini merupakan pilihan yang sangat tepat. 

Tak beda jauh, Nginx juga dapat menangani ribuan permintaan koneksi secara bersamaan. Namun, Nginx tidak mampu mengkompresi langsung file yang akan terkirim ke browser. Sehingga, ini akan sedikit memperlambat akses situs jika Anda bandingkan dengan server LiteSpeed.

3. Pengamanan Website

Dari segi pengamanan, LiteSpeed adalah server yang mempunyai fitur cukup ampuh untuk proteksi situs yakni mod_security. Fungsi fitur ini adalah untuk menghindari serangan DDOS dan juga Connection Throttling agar pengguna situs web dapat berselancar dengan lebih nyaman. 

Ternyata, Nginx juga menerapkan fitur ModSecurity dalam memproteksi situs. Selain itu, Nginx juga menyediakan fitur proteksi lain seperti reCaptcha, dan juga auto blokir. Sehingga, dari segi pengamanan situs kedua server ini relatif sama.

4. Sistem Operasi

Sistem operasi yang umum digunakan untuk sistem pengelolaan website yaitu OS Windows dan juga Linux. Namun, jika Anda bandingkan antara fungsi LiteSpeed dengan Nginx, maka dari sisi kompatibilitas OS Nginx terbilang lebih unggul. 

Pasalnya, Nginx dapat berjalan pada kedua sistem operasi umum yakni Windows dan juga Linux. Sedangkan LiteSpeed hanya mendukung fungsi sistem OS Linux pada beberapa distro utamanya dan belum support dengan sistem OS  Windows. 

Akan tetapi, meski Nginx sudah bisa beroperasi pada sistem OS Windows, performanya masih terbilang kurang optimal. Apalagi jika Anda bandingkan dengan pengoperasiannya dalam OS sistem Linux.

Perbandingan LiteSpeed Webserver dengan Apache

Berikut adalah beberapa perbandingan antara LiteSpeed dengan Server Apache:

1. Penanganan Trafik

Apache menggunakan sistem thread dalam menangani berbagai proses serta request yang masuk. Akibatnya, situs dengan trafik tinggi bisa mengalami masalah pada performa.

Berbeda dengan LiteSpeed yang menggunakan event-driven architecture. Server ini mampu menangani banyak koneksi secara bersamaan. Sehingga, permasalahan performa dan akses trafik dapat teratasi dengan sangat mudah.

2. Keamanan Sistem

Keduanya mempunyai kinerja penanganan keamanan situs yang cukup optimal. Selain itu, kedua server juga mempunyai fitur mod_security serta bandwidth throttling. Sehingga, dari segi keamanan sistem, kedua server ini sama-sama memiliki tingkat proteksi situs yang optimal dan berstandar tinggi.

3. Kemudahan Konfigurasi Sistem

Jika Anda bandingkan, LiteSpeed merupakan pembaruan sistem dari Apache. Maka dari itu, dari segi konfigurasi sistem server ini jauh lebih unggul. Ini karena konfigurasi pada LiteSpeed sangat optimal dengan fitur dashboard utama yang dapat mengonfigurasi seluruh pengaturan sistem dalam sekali klik.

4. Sistem Operasi

Terakhir, perbandingan LiteSpeed dengan Apache terletak pada kompatibel sistem operasi. Jika Anda bandingkan, Apache lebih unggul dari segi pengoperasian pada berbagai sistem operasi populer seperti Windows dan Linux.

Sedangkan, LiteSpeed hanya kompatibel untuk OS Linux saja. Sehingga, bagi pengguna Windows tentu saja tidak bisa memakai server web ini.

Tertarik untuk Beralih ke LiteSpeed Webserver?

Itulah penjelasan lengkap tentang LiteSpeed Webserver, beserta fungsi dan fitur utamanya. Jika Anda bandingkan dengan jenis server lain, LiteSpeed terbilang cukup unggul dengan berbagai fitur optimalnya. Sehingga, server ini sangat cocok untuk Anda yang mengelola situs web dengan trafik kunjungan relatif tinggi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *