6 Cara Kerja Control Panel Hosting bagi Kebutuhan Website Anda

Pada dasarnya cara kerja control panel hosting akan sangat berbeda tergantung dari jenisnya. Sebagai pengembang website, Anda harus paham betul bagaimana kontrol panel yang Anda pilih bekerja. Sehingga Anda bisa memaksimalkan potensi website dengan pengelolaan control panel yang tepat!

Sayangnya, dalam dunia kerja Anda tidak bisa hanya fokus dengan satu jenis kontrol panel saja. Karena sangat mungkin Anda akan mendapat project dengan jenis panel kontrol lain. Jadi, memahami bagaimana cara kerja control panel hosting, pastinya akan membantu bisnis atau profesi yang Anda kerjakan ke depannya.

Cara Kerja Control Panel Hosting

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, secara sistem dan prinsipnya, cara kerja control panel hosting akan tergantung pada jenis yang Anda gunakan. Proses kerja pada beberapa jenis control panel hosting adalah sebagai berikut:

1. cPanel

Secara rating, cPanel adalah salah satu jenis panel kontrol paling populer. Serta, sering muncul dan digunakan dalam pengembangan situs web ternama. Tak hanya karena punya segudang fitur menarik, platform ini juga memiliki cara kerja yang cukup simpel, yaitu:

  • Anda bisa login cPanel melalui browser kesayangan.
  • Setelah login dengan username dan password yang Anda dapatkan dari penyedia hosting, Anda bisa langsung membuka aplikasi member yang disediakan penyedia hosting.
  • Cari layanan hosting, lalu buka link dan login ke cPanel dengan link yang tersedia.
  • Dari cPanel in, Anda bisa melakukan berbagai aktivitas. Tentunya dengan menginstal platform yang terhubung dengan kegiatan yang akan Anda lakukan.

Misalnya, Anda ingin mengelola website dengan mudah, maka Anda harus menginstal WordPress manager dan membentuk website dari awal. Anda juga bisa menggunakan template untuk mempercepat kinerja.

  • Agar website bisa berjalan dengan semestinya, Anda juga perlu mengelola database dari website tersebut. Pengelolaannya sendiri bisa menggunakan phpMyAdmin.
  • Dari cPanel Anda juga bisa mengelola berbagai kebutuhan file manager, mulai dari menambahkan, mengedit, hingga menghapus berbagai file dalam website yang Anda kelola.
  • Sedangkan untuk pengelolaan email dan domain, Anda juga bisa menggunakan platform ini. Sehingga segala kebutuhan seperti spam, filter, whitelist, blacklist, dan berbagai kebutuhan lain bisa terpenuhi.
  • cPanel juga bisa Anda gunakan untuk backup data, sehingga Anda tak perlu khawatir data rusak maupun hilang.
  • Control panel ini juga memungkinkan Anda melakukan monitoring penggunaan resource, sehingga website akan berjalan lebih stabil.
  • Lalu, untuk meningkatkan keamanan data, Anda bisa menambahkan berbagai plugin dan mengelola aplikasi keamanan bawaan dari cPanel.

2. CyberPanel

Control panel berikutnya adalah salah satu web server dengan layanan gratis dan memiliki sistem operasi CentOS maupun Ubuntu. Prinsip dan cara kerja control panel hosting ini cukup mudah dan user friendly. Sehingga akan membantu Anda mengelola berbagai kebutuhan website. Berikut penjelasan cara kerjanya:

  • Setelah berhasil menginstal platform ini, Anda bisa mulai menambahkan domain yang akan Anda hubungkan dengan VPS.
  • Lakukan konfigurasi SSL untuk meningkatkan keamanan dengan mengenkripsi melalui sertifikasi dan juga protokol https yang tepat.
  • CyberPanel juga bisa melakukan staging (duplikasi website secara live) dengan lebih mudah.
  • Ketika mengelola domain dan email, Anda akan diminta untuk menggunakan email khusus CyberPanel. Anda bisa membuat email pada halaman “Create Email Account” yang nantinya dapat Anda lihat kembali di http://namadomain:8090/rainloop.
  • Kelola database website melalui phpMyAdmin yang bisa Anda akses dari menu “Databases” pada Dashboard.
  • Lalum untuk proses backup data, CyberPanel juga menyediakan langkah mudah melalui pembuatan file backup dan mengunduhnya saat ada data yang hilang.
  • Anda juga bisa melakukan migrasi data dengan mudah, karena CyberPanel menyediakan fitur import data dengan dua langkah mudah. Bahkan Anda bisa melakukan full backup pada control panel sebelumnya. Lalu, melakukan restore file ke fitur yang Anda sediakan.
  • Agar lebih mudah dan lebih lancar, Anda bisa melakukan update setiap ada pembaruan sistem.

3. Plesk

Control panel berikutnya adalah alternatif terbaik bagi para pengguna OS Windows. Bahkan, Plesk akan memungkinkan Anda untuk mengontrol ratusan ribu virtual host sekaligus. Meskipun memiliki performa tinggi, cara kerja control panel ini cukup mudah dan ramah pengguna. Berikut cara lengkapnya:

  • Login ke platform Plesk untuk mengatur berbagai kebutuhan website dengan fitur-fiturnya.
  • Kemudian, untuk mengatur dan mengelola website domain, Anda bisa membuka sub menu di bagian kiri halaman. Ada baiknya Anda mengelola pengaturan hosting terlebih dahulu untuk memudahkan pengembangan website di kemudian hari.
  • Anda juga bisa mengelola berbagai kebutuhan email dengan tiga pilihan pengelolaan utama. Mulai dari email address, settingan awal, dan juga outgoing mail control.
  • Setelah mengelola segala urusan email dan hosting, Anda bisa menginstal berbagai aplikasi pendukung. Seperti WordPress, SEO optimizer, dan berbagai plugin keamanan lainnya.
  • Adanya fitur file yang dapat memudahkan Anda mengelola berbagai kebutuhan file untuk website.
  • File tersebut juga sangat bergantung dengan database yang harus Anda kelola. Agar lebih mudah, Anda bisa membuat struktur database lalu mengimport database untuk website.
  • Uniknya, Plesk menyediakan data statistik yang lengkap, tanpa harus menginstal plugin analisis tambahan.

4. Webuzo

Berikutnya ada Webuzo yang memiliki basis Linux OS untuk Anda gunakan. VPS ini cukup menarik, mengingat Anda sebagai pengguna bisa menggunakan bersama user lainnya. Bahkan, prinsip dan cara kerja control panel hosting ini cocok untuk digunakan berbagai level user sekaligus. Berikut cara kerjanya:

  • Agar bisa menggunakan Webuzo, Anda perlu menginstalnya terlebih dahulu. Tentunya, Anda harus memiliki perangkat dengan spesifikasi yang mumpuni.
  • Jika Anda menggunakan VPS lain, Anda bisa menghapusnya terlebih dahulu lalu menggantinya dengan Webuzo.
  • Setelah berhasil Anda install, lakukan konfigurasi ringan. Khususnya untuk menghubungkan domain dengan Webuzo.
  • Langkah berikutnya, Anda akan diminta untuk menambah domain dengan menggunakan fitur “Add New Domain”. Jangan lupa lakukan konfigurasi awal pada hosting untuk menghubungkan domain dengan website Anda.
  • Lalu, Anda akan diminta untuk membuat name server dan juga email khusus untuk mengelola Webuzo yang sudah Anda install sebelumnya.
  • Tidak lupa, Anda juga harus mengisi webMail alternatif untuk berjaga-jaga apabila ada data penting yang rusak atau hilang.
  • Saat membangun VPS, tampilan interface pastinya sudah harus siap. Sehingga dalam control panel hosting ini Anda bisa langsung setting database.
  • Sesuaikan seluruh variabel, lalu setting SSH untuk keamanan tingkat satu. Anda bisa menambahkan berbagai plugin keamanan sesuai kebutuhan website.
  • Terakhir, pastikan untuk selalu melakukan update pada sistem saat ada pembaruan.

5. SHCP (Easy Hosting Control Panel)

Bagi Anda yang merupakan pemula, menggunakan EHCP adalah salah satu pilihan terbaik. Karena cara kerja control panel hosting ini mendukung berbagai kebutuhan serta sangat sesuai untuk mendukung server low end. Tampilannya yang mudah membuat semua orang bisa mengoperasikannya. Berikut penjelasan cara kerjanya:

  • Langkah paling awal, Anda tentu harus menginstal aplikasi EHCP terlebih dahulu.
  • Pada file yang Anda unduh dari situs EHCP, Anda bisa pindahkan file yang sudah terekstrak terlebih dahulu.
  • Lakukan instalasi sesuai dengan panduan dari sistem, setelah itu cek browser untuk membaca sistem dengan tepat. 
  • Ansa bisa login pada form login yang tersedia, lalu mulai melakukan serangkaian konfigurasi.
  • Mulai dari konfigurasi hosting dasar, email, domain, database, dan juga berbagai kegiatan pengelolaan lainnya.
  • Setelah semua berhasil, Anda bisa mulai melakukan migrasi data maupun membuat yang baru.
  • Install beberapa plugin keamanan tambahan untuk menghindari serangan siber. Pastikan juga untuk mengkonfigurasi SSH untuk sistem keamanan paling dasarnya.
  • Apabila Anda mengalami kendala atau masalah, coba lakukan update aplikasi versi terbaru terlebih dahulu. Sehingga Anda bisa mulai membangun website sesuai kebutuhan dan kondisi.

6. ISPmanager

Cara kerja control panel satu ini cukup menarik dan mudah Anda pahami, hal ini terjadi karena tampilannya yang clean dan rapi. Anda bisa melakukan berbagai kegiatan berkaitan dengan hosting web, tanpa takut ada yang terlewat. Bahkan platform ini jadi satu yang paling ternama di kalangan bisnis multinasional. Berikut penjelasannya:

  • Saat Anda ingin melakukan konfigurasi hosting web, Anda harus mendapatkan pesan data berupa user password dan link login terlebih dahulu.
  • Dari link tersebut, Anda bisa membuka form login dan masukkan username serta password yang sudah Anda terima sebelumnya.
  • Setelah masuk ke menu Dashboard, Anda bisa melihat berbagi informasi penting dari general setting yang Anda gunakan saat ini.
  • Jika tak menginginkan perubahan, maka Anda bisa langsung melakukan konfigurasi seperti biasa.
  • Mulai dari menghubungkan hosting web, mengatur domain, email, dan juga database.
  • Anda juga bisa mengatur berbagai pengaturan khusus lainnya, seperti FTP user, schedule, backup data, dan masih banyak lagi.
  • Ada juga laporan statistics real time, di mana bisa Anda cek untuk masing-masing website yang terhubung dengan control panel tersebut.

10 Hal yang Bisa Dilakukan dengan Control Panel Hosting

Dari beberapa cara kerja control panel hosting di atas, sedikit banyak Anda pasti sudah bisa menerka apa saja yang bisa anda lakukan dengan control panel hosting. Bahkan beberapa hal juga sangat berguna untuk tumbuh kembang dari website yang anda kelola. Berikut 10 hal yang bisa Anda coba lakukan:

1. Manajemen Domain 

Hal paling penting dari sebuah website adalah domain. Karena nama domain akan menjadi identitas dari website Anda. Sehingga Anda harus mengelolanya dengan baik, melalui sistem yang terpadu seperti beberapa kontrol panel hosting

Cakupan dari manajerial domain adalah mulai dari membuat, registrasi, mengatur pengaturan dasar, hingga transfer nama domain. Oleh karena itu, memahami cara kerja control panel hosting akan sangat membantu Anda mengelola domain web dengan baik.

2. Analisa Kinerja Website

Walaupun tak semua VPS memiliki fitur statistik pengunjung web bawaan. Namun, Anda tetap bisa menganalisa kinerja web melalui plugin yang bisa Anda tambahkan di dalamnya. Sehingga Anda masih tetap tahu bagaimana perkembangan website, tanpa harus melakukan cara manual.

Analisa ini sangat penting, mengingat setiap keputusan dan strategi yang akan berjalan harus dibuat menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi. Sehingga peluang perkembangan website akan jauh lebih tinggi.

3. Instal Plugin untuk Perkembangan dan Kebutuhan Website

Melalui pemahaman mengenai bagaimana cara kerja control panel hosting, Anda selaku pengguna dapat melakukan pemasangan plugin dan aplikasi tambahan yang tersedia. Sehingga Anda bisa memaksimalkan kinerja website, tanpa harus memikirkan konsep dan memahami coding terlebih dahulu.

4. Backup Data Penting 

Salah satu fitur unggulan dari sebuah control panel hosting adalah memiliki sistem backup data. Sehingga para pengguna tidak perlu kuatir jika ada data yang hilang atau rusak, karena ada data cadangan yang tersimpan untuk backup data tersebut.

Selain itu, fitur backup ini juga sangat penting untuk perkembangan, mengingat perkembangan web yang tidak sesuai bisa langsung dikembalikan seperti semula. Secara tak langsung, backup data juga bisa menjadi save point ketika mengembangkan website.

5. Mengatur Berbagai Kebutuhan Email

Sudah menjadi rahasia umum jika setiap website yang Anda kembangkan selalu berhubungan dengan email. Baik perkara pendaftaran, maupun masalah internal lainnya yang membutuhkan email sebagai verifikasi.

Untungnya, dengan memahami cara kerja control panel hosting, Anda bisa mengatur segala kegiatan menggunakan email. Mulai dari sinkronisasi data, notifikasi, registrasi, pengelolaan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

6. Manajemen Database Terpusat

Melalui control panel hosting, Anda juga bisa mengatur segala kegiatan yang bersangkutan dengan database. Bahkan Anda bisa melakukan import dan export data, editing, bahkan deleting data sesuai kebutuhan. Tak hanya itu, Anda juga bisa memasang berbagai perintah khusus pada database tersebut.

Jadi, bukan tidak mungkin jika Anda dapat membuat sistem otomatisasi melalui database. Sehingga tidak akan terlalu membebani penyesuaian syntax tingkat lanjut. Tak heran, Anda butuh pemahaman mendalam, terutama pada kontrol panel yang Anda gunakan saat ini.

7. Monitoring and Adjustment Server

Walaupun tak semua kontrol panel punya akses server yang lengkap, namun setiap jenisnya pasti memiliki konfigurasi dasar dan juga sistem monitoring yang mumpuni. Hal tersebut menjadi salah satu fungsi utama kontrol panel hosting yang bekerja sebagai penghubung antara website, database, dan juga server.

Tentu saja, hal ini akan sangat membantu, apalagi jika mengingat bahwa server down akan sangat mempengaruhi kinerja website. Bahkan dengan pemantauan rutin, Anda bisa membuat jadwal maintenance sesuai kondisi yang terjadi saat itu.

8. Manajerial File

Sama halnya dengan file manager, control panel juga memiliki fungsi untuk mengelola berbagai file yang Anda unggah untuk website Anda. Cakupannya bahkan cukup luas, mulai dari image, video, musik, zip, dan berbagai jenis file lainnya.

Cara kerja control panel hosting sendiri juga cukup mirip dengan file manager yang dapat melakukan monitoring, penambahan, pengurangan, perubahan file sesuai kebutuhan. Bahkan, beberapa sistem menunjukkan kebebasan hosting untuk membatasi akses dari setiap tingkatan user dari website tersebut.

9. Memastikan Keamanan Website

Setiap control panel pastinya dilengkapi dengan pengaturan protokol SSH untuk mengenkripsi website dari serangan siber. Namun, dengan adanya fitur tambahan dari plugin, Anda bisa lebih memastikan keamanan website sesuai kebutuhan Anda.

10. Melakukan FTP

Pada dasarnya control panel hosting adalah penghubung website dengan berbagai aspek yang berhubungan langsung dan tidak langsung. Sehingga sangat memungkinkan untuk melakukan FTP, sesuai kebutuhan dan kebijakan yang Anda berlakukan sebagai pemilik website.

Sudah Bagaimana Tahu Cara Kerja Control Panel Hosting?

Nah, itulah beberapa informasi mengenai cara kerja dari beberapa jenis control panel hosting yang sering digunakan para pengembang situs web. Setidaknya jika Anda memahami control panel yang Anda gunakan saat ini, perkembangan website pasti akan lebih pesat. Semoga membantu!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *